kupu-kupu Pergi

Kupu-kupu terhampar peluk hangat bunga mawar
Simpan rasa dendam dalam kecupan samar
Kadang meradang dalam cengkeraman raksasa lapar
Dan beringsut jatuh dipeluk hangat syahwat

Samar cahaya menembus gelapnya kamar
Duhai lelaki kapan hantamanmu berhenti
Aku lelah, cukup malam itu kita bertepi
Saling rasa pasrah dalam sambutan birahi

Kerasnya derita cinta masa itu
Menantang senyum ramah budaya ayu
Namun keindahan tak memihakku
Menikam tajam alam penuh kepuasan golongan

Lelah sudah raga selalu berjaga
Menanti hempasan kasar lelaki berada
Aku ciut mendengar gonggongan neraka
Keras panas mencabuli hati yang teracuni

WDK (warung depan kampus)




Share this

Related Posts

Previous
Next Post »