Malam ini begitu banyak renungan keras yang aku lakukan. Aku
mengerti , lebih dari seminggu ini rasa bersalahku yang tak terhingga
membendung keras di lubuk hati terdalam ini. Ku menyadari kesalahan yang aku
perbuat di mulai sekitar dua minggu yang lalu ini.
Aku yang tidak
konsisten dengan semua kalimat-kalimat yang ku ucapkan, aku yang pecundang, aku
yang begitu pengecut, aku yang sungguh muna, dan sungguh merupakan sosok nyata
diriku yang sebenarnya.
Berawal dari
aku yang sangat ter obsesi dengan pers. Sehingga aku mencoba mendaftar diri mengikuti
organisasi pers fakultas. Aku sangat lah menyadari akan begitu banyaknya
kesalahan yang aku perbuat terhadap kakak-kakak pers ,kak Imam, Kak Budi , Kak
Rasiqi. Aku sadar aku masih belum anggota dari LPM aksara , tetapi begitu
bodohnya diriku karena masih dalam tahap pra-diklat saja sudah banyak melakukan
banyak kesalahan. Aku tidak konsisten terhadap pernyataan yang saya setujui, Really female losers!!!
Wajarlah, jika kakak LPM itu kecewa terhadap diriku bermuka muna ini L . Ahhh rasanya saya benar-benar mau mati rasa dengan kejadian ini. Padahal aku yang ingin bergabung dengan mereka, tetapi aku pula yang mengingkarinya.
Wajarlah, jika kakak LPM itu kecewa terhadap diriku bermuka muna ini L . Ahhh rasanya saya benar-benar mau mati rasa dengan kejadian ini. Padahal aku yang ingin bergabung dengan mereka, tetapi aku pula yang mengingkarinya.
Aku mengerti
ini semua bukanlah tuntutan, aku sangat mengerti semua ini mereka lakukan untuk
kebaikanku. Agar aku terlatih membaca, dan akhirnya mencipta sebuah karya
tulisan. Tetapi mengapa semua itu berat untuk dilakukan ? Malas ! ya mungkin
efek malas yang sudah menggerogoti otakku sudah menjalar. Memang semua kebaikan
membutuhkan proses panjang. Menjadi hal yang wajar apabila di pertengahan
prosez tersebut ada batu besar yang menghadang yang kemudian membuat orang
tersebut berhenti dan berfikir tentang cara menyingkirkanya. Begitu pun dengan
diriku yang masih dalam proses. Semangat itu muncul pada awalnya saja, namun di
pertengahan jalan tiba-tiba kemalasan menghadang. Dan akhirnya aku perlu
berfikir tentang cara mematikan penyakit ganas yang menyerang otakku ini.
Untuk yang kesekian kalinya, terima kasih atas
perilaku baik nya kakak-kakak LPM, terimakasih atas semua kesabaran dan
kelelahan dalam menghadapi tindak ke egoan kami . Terimakasih untuk semua waktu
dan juga bimbingan bermutu nya yang mungkin selama minggu minggu ini kami
abaikan L . Kita semua terkadang
melakukan kesalahan, baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja .Dan
kesalahan itu terkadang menjadi semakin buruk dan rumit.Tetapi tidak berarti
kita telah menjadi manusia yang jahat dan tidak bisa di percaya lagi kan ??? (retno z)