Ketika pikiran tak menjernihkan sebuah harapan. Ketika makna sebuah keseriusan tak dapat dipahami dalam konsepsi diri pribumi. Ketika komunikasi yang mulai tersingkirkan dalam hubungan antar individu yang berikatan. Maka, kecenderungan egolah yang berkuasa.
Cipta aksara hadir dalam tragedi mimpi kita. Meradang dikala bencana, tertawa disaat terlena. Secuil petaka enyahkan pesona rasa yang tumpah diatas kegelisahan. Entah sampai kapan kita akan bersama.
Deretan klausa mengadu menjadi satu haru berbau. Kegilaan itu hanyalah gincu untuk bibirmu yang layu. Harap kau tahu, diri pribumi hanyalah milikmu. Mengarang berbagai fakta acuhkan segala prasangka.
Halte D Villa