(Puisi
Sastra)
Manusia-manusia mulai berkerumun dalam lingkaran api
kebisuan.
Menanti air kematian
menyirami pemakaman
Manusia-manusia baru
yang angkuh datang penuh kepentingan
Menjilat ludah anjing-anjing
kelaparan kekuasaan
Sejak
manusia ada, akal pikiran pun menyala
Sejak manusia
bersalah, logikapun tersematkan
Namun, sejak manusia
mencuri, Setan-setan berdalil
“Tuhan Maha
Pengampun”
Dan esok pencuri
senang atas dosa dalam tebusan
Manusia
dekat adalah teman
Manusia rapat adalah kawan
Manusia berhadapan
adalah lawan
Hak teman, kawan
dicuri lawan
Budi Santoza