Musim Demokrasi telah
terjadi dan telah terlewati, tetapi
kehangatan penuh rasa tegang masih saja menghantui pihak yang berkepentingan
terutama mereka para Capresma perubahan.
Setelah terbukti ditemukannya penyelundupan sejumlah surat suara yang sudah di
Stempel menggunakan Stempel Dewan Perwakilab Mahasiswa Keluaga Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (DPM KM UTM) yang mana surat suara tersebut sudah
tercoblos pasangan nomer (titttttttt). Salah satu kandidat digadang-gadangkan melakukan kecurangan
yaitu Capresma nomer(titttt lagi). akhirnya
penghitungan suarapun molor yang awalnya akan di hitung tanggal 23
Desember pukul 19.00 WIB, hingga sekarang belum terlihat titik terang kapan
perhitungan kotak suara dilakukan.
Pasalnya banyak pihak yang meragukan kinerja
dari DPM itu sendiri, ini terlihat saat pelaku penyelundupan yang berasal dari
fakultas Hukum itu memasukan surat suara
yang sudah ada stempel DPM. Banyak kecurigaan yang mengarah lembaga ini, apakah
mereka independent atau ada penumpang gelap kejujuran dan terang kekuasaan memanfaatkan kelengahan lembaga DPM. Sangat mungkin
karena pngaruh organisasi eksternal banyak memberikan dampak kurang bagus
terhadap organisasi internal kampus. Menurut pengamatan saya saat pemilu raya
berlangsung di Gedung Cakra, terlihat begitu mudahnya terjadi kecurangan,
pasalnya ketika proses pendaftaran yang
seharusnya diluar, ini dilakukan didalam sehingga saat mungkin orang yang tak
punya hak suara bisa masuk secara leluasa.
Seperti itukah moral
mahasiswa UTM, sampai karena takut terjadi peralihan kekuasaan yang sudah
dikuasai bertahun-tahun oleh salah satu bendera yang tetap eksis dan banyak
bicara tanpa ada tindakan nyata, mengeluarkan ayat-ayat suci dari Al-qur’an
sebagai penutup kemunafikan atas mulut khimar mereka sendiri.
Untuk teman-teman Seperjuangan, pejamkanlah matamu sejenak untuk lenyapkan kekacauan yang
kita lihat diminggu ini. Tak ada hal lain yang kubisa, kecuali menulis dan
menjaga diri. (santoza)