Duduk, aku duduk sendiri
Terkapar dalam ujung bersandarkan dinding
Terpegang ujung gabus dengan asap menari
Disore yang tak panas lagi
Terkapar dalam ujung bersandarkan dinding
Terpegang ujung gabus dengan asap menari
Disore yang tak panas lagi
Hujan melapisi hawa dalam kamarku
Teringat kamu, aku menulis isi hatiku
Berbalut pena mengucurkan senjatanya
Terpaut suasana penuh cerita
Teringat kamu, aku menulis isi hatiku
Berbalut pena mengucurkan senjatanya
Terpaut suasana penuh cerita
Hadirmu kini kurasakan begitu mesra
Canggungmu hilang, canggungkupun datang
Entah harus bagaimana aku membalasnya
Dalam harap kuingin kau bahagia selamanya
Canggungmu hilang, canggungkupun datang
Entah harus bagaimana aku membalasnya
Dalam harap kuingin kau bahagia selamanya
Aku tertawa bahagia dalam derita maya
Kau tampak cintaiku apa adanya
Walau aku tak mengerti arti cinta sesungguhnya
Pelan-pelan kau mengajariku mengartikanya
Kau tampak cintaiku apa adanya
Walau aku tak mengerti arti cinta sesungguhnya
Pelan-pelan kau mengajariku mengartikanya
(Santoza, Bangkalan, 15 Mei 2015)