Mata itu masih manyun dihadapanku. Tersirat halus indah setiap kedipan waktu. Kadang aku ragu memandangmu. kusimpan saja selayanng pandang itu dan kubiarkan berlalu.
waktu berlalu semangat dalam sangkaku. Kusadari pribumi kan pergi menapaki hari yang sunyi. Berlalu sejenak lalu kembali untuk menggauli. Sikap ini ada karena sebuah asmara.
Bercerita tentang masa kurawa tak ada habisnya. Bermaksud mengenang, namun pikiran derita adanya. ahhh, itu lah masa lalu. selalu meraung-raung di hentakan detak jantung yang semakin kencang.
Untuk apa aku percaya pada suatu tangisan mengada. Jika salahmu akan kusalahkan diriku, jika salahku akan ku ampuni diri ini. memahami konsep ini hanya membuatmu menangis harapan. ahh, beginilah rupaku yang sesungguhnya.
Senja bagiku, dalam ketidakberdayaan suasana jasad itu. Sungguh pribumi hanya bersikap lugu, karena untuk menatapmu seperti itu dia tak mampu. Titipan kata untukmu agar jasad dan jiwamu terlindungi dalam lapisan penjagaan do'a.
(Sekret Voll Hukum )